Melepas dengan Ikhlas
Hai, aku orang yang kau tinggalkan dengan cara yang sadis itu... Pace yang terlalu cepat itu memang semestinya sudah ku curigai dari awal. 5 jam terasa singkat di sore hari tanggal 6 September itu. "Akhirnya aku mendapatkan seseorang yang pintar mengendalikan emosi nya," adalah hal yang kupikir sesaat setelah hari itu berakhir. Setelah kupikir lagi, apakah ini yang dinamakan love bombing . ah, otakku masih denial akan hal ini. Gen-z terlalu sering bercanda perihal pernikahan, kata-kata manis nya hanya bisa di screenshot tanpa perilaku yang sejalan. Kupantau dia hari demi hari, apakah hanya di awal-awal saja. Nyatanya?? TIDAK. Dia konsisten untuk terus-terusan meyakinkan aku yang penuh akan trust issues itu, hari-hari ku kini di warnai dengan foto narsis nya, kegiatan random si abang-abang teknik nan jauh disana. Jarak 70 km kini terasa tidak terlalu berat bagiku yang baru pertama kali merasakan LDR. Kita, pada...