Bubu

 Hai kamu, iya kamuu haiii...  kamu tau kan aku masih nunggu kamuu dan akan  selalu kutunggu

Dari awal emang harusnya kita tak pernah memulai hal konyol ini, sedari awal aku sudah menginginkan pergi. namun kamu menyakinkan aku dengan berbagai  usaha, berbagai cara agar aku tetap bertahan. akhirnya aku pun luluh di buatmu. aku ikutin saja alur yang tuhan buat. 

bertemu denganmu adalah ketidaksengajaan, kenal dengan mu hingga sejauh ini bukan hal yang kubayangkan setahun lalu. 

dan... jatuh hati padamu sedalam ini tidak bisa aku ungkapkan dengan kata-kata biasa karna sekarang masa nya udah usai. sekarang waktunya melupakanmu. 

aku tau dari dulu kita bukan siapa-siapa. 

meskipun kabar darimu tak pernah putus, foto darimu selalu ada tiap hari mengisi galeri ku hingga penuh. bahkan tak ada sehari pun aku lepas bercerita denganmu, meskipun kadang kita pernah berselisih paham kamu lah yang berusaha meyakinkan aku untuk kita bersama lagi. 

i know. i know we even not a friend. cause friend don't do that. 


kita.. 

adalah sebuah latar belakang tanpa pembahasan, selesai bahkan tanpa kata mulai, 

lama bersama namun berakhir jua. 

kita tulus, namun dengan cara yang salah. 

kamu sudah ada yang lain sedari awal, aku juga yang salah berharap dulu aku tak akan tergoda untuk meminta ke Tuhan agar kamu selalu bersamaku.

Aku ga nyesel. sama sekali. walaupun akhirnya kita sama-sama tau ga akan bisa bersama

mustahil bahkan untuk bersama, bersatu, tapi mustahil juga kau akan ku hilangkan dari ingatan. 


Bahkan aku sampai menjaga hati mu yang bahkan kita bukan siapa-siapa

aku minta maaf, harusnya dulu aku langsung pergi ketika kita sudah makin intens. 

aku mencintai mu sehebat itu, bahkan aku mencari sendiri semua tentangmu, foto masa kecilmu, kesukaan mu. dan ya, kamu gapernah gitu ke aku kan? 

aku pun ga nyangka aku bisa se sayang ini sama kamu, sikap mu mendewasakan ku, mata mu teduh selalu terlihat jadi pelindungku, tangan mu yang besar sangat hangat ku genggam. 


ini hanya kisah ku, kisahmu, dan yg tak pernah jadi kita. 

aku tau aku terlalu berharap berlebihan hingga menginginkan kamu menjadikan aku utuh untukmu. 

kita nanti bakal seasing itu ya? 

tidak ada tegur sapa, tidak ada yang mendengarkan dengkuran tidur ku lagi, tidak ada yang selalu memarahiku ketika berbicara kasar. gaada notif wa dari kamu yang selalu aku tunggu lagi. gaada. 


semogaaa.. kamu selalu bahagia dengan wanita pilihanmu ya. kamu gak salah kok. 

harusnya aku cukup dengan pertemanan saja, harusnya aku gaboleh naro hati ke kamu. 

akhirnya aku luka sendirian, yang akan mengobati juga aku sendiri heheh. terimakasih. 

kita berawal dari bukan apa-apa, hingga berakhir bukan siapa-siapa. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

KITA

Arab Gila

Sebagai teman terbaik