Stay or Gone?
Haruskah aku terus memunafikan diriku agar tak terasa sakit? Aku sudah melaksanakan nya tapi kenapa ini masih sama rasanya. Klise abu itu diam-diam terputar di jalan tanpa ujung, tanpa cahaya, tanpa seorangpun yang tau jika jalan itu ditetesi oleh air mata yang keluar sesak. Yang ketika kulewati sisi kiri dan kanan nya saling memutar klise abu itu bersamaan. Terngiang di telingaku, terbayang di otakku. Sedang mataku terlalu sibuk dengan urusannya. Kau terlalu hebat sayangku. Terlalu hebat untuk tidak menghargai perjalanan ku. Memang aku yang tak sempurna, hanya dia. Memang aku yang hanya terlalu menaruh rasa sayang berlebihan terhadapmu, sedang kau menaruh kepada nya. Seberdosa itukah aku hingga kau terlalu muak melihat rupaku? hingga kau tega menaruh dan mengambil harapan itu sesuka hatimu? Aku capek. Aku capek...