Mocci

Berawal dari saling ejek 

Berawal dari aku yg awalnya jutek dan cuek

Kini berubah ku juga karna kamu

Tanpa aku sadari ternyata semua usaha mu selama inih,hanya bujuk rayu belaka

tangisan mu dikala aku lebih memilih tempat kerja lama

posesif mu ketika aku mengobrol dengan lawan jenis

perhatian 24/7 mu yang waktu itu membuat ku muak 

amarah mu pada hal hal kecil 

contoh kecilnya ketika aku lupa membawa charger ke tempat kerja dan kamu mengamuk menyuruhku untuk meminjam di satpam ataupun di pegawai pabrik. 

aku benci dan muak saat itu

bukan. bukan karna aku tak menginginkan semua nya. 

aku tegaskan disini. aku sangat menginginkan itu

Tapi, kesadaran akan logika ku saat itu masih berfungsi sangat baik. 

sampai sini paham?

iya maksudnya kalo sekarang fungsi logika ku sudah hilang, lenyap. entah kemana

yang ada aku hanya dibutakan oleh perasaan yang tak bertuan. 


lantas sekarang kau beranjak pergi

setelah tau bahwa ternyata aku bisa ditaklukan walaupun hampir setahun lamanya

lantas sekarang kau berargumen bahwa perlakuan mu yang dulu adalah cerita yang dulu

"jangan diungkit" itu katamu. 

lantas... 

aku harus menyalahkan siapa sekarang? 

kamu? yang dulu begitu kuat menahan ku agar tidak pergi, namun sekarang justru kamu selalu menyuruh untuk cari pengganti

atau

aku? yang harus nya dari awal sudah salah melangkah, sudah salah mengira bahwa kelak aku yang baru beberapa bulan mengenal mu akan bisa mengganti posisi dia yang sudah 10 tahun bersama mu? 


huft.

semesta selalu tidak adil denganku

bagaimana tidak. perihal kamu saja, aku yang awalnya selalu bisa mencari banyak kenalan pria. sekarang semenjak bersama kamu, aku sudah bisa dapat semua nya. perhatian, cara mu membagi waktu dan selalu memprioritaskan aku, usaha mu yang selalu membuat ku kagum, lalu mata mu yang membuat teduh. oh ya tidak lupa juga pelukanmu yang hangat dimalam hari.


 yaa.. meskipun kurang mu juga banyak tapi itu semua minoritas, tidak masalah bagiku

kamu ini juga merepotkan. diawal kamu membuat ku yakin sehingga aku berani meninggalkan semua, diakhir kamu membuat ku menangis karna pada kenyataannya kamulah yang akan meninggalkan ku. 


2x24 jam, seperti poskamling depan komplek

kita sering bertemu hingga rasanya agak bosan. tapi aku senang dengan caramu bisa membuat suasana selalu mencair. 

sekarang bahkan untuk 24 jam bersama mu saja sudah tidak bisa lagi 

ah itu terlalu banyak, bahkan untuk 2 jam bertemu saja aku harusnya sudah banyak bersyukur. 

meski aku harus mengorbankan film horor yang sedang tayang demi kamu yang tiba-tiba menjemput

meski harus merelakan post credit dari guardians of galaxy 3

atau banyak hal-hal lain yang aku tinggalkan demi bisa bersama kamu, ya. meski sebentar cuma rasanya sangat tenang. 


seperti meminum obat yang terlalu banyak, efeknya menenangkan namun tanpa sengaja merusak ginjal. begitulah keadaan sekarang. dengan mu meski rasanya tak lagi sama seperti dulu, tapi tetap ini bukan perihal kebiasaanya tapi perihal orangnya. selama itu kamu. aku bahagia. aku senang. namun semakin lama aku tau hati mu sekarang hanya punya dia, hanya milik 10 tahun mu. bahkan aku tak punya kesempatan sedikit pun untuk mengenal keluarga mu. yang aku lakukan sekarang sangat menyedihkan sebenarnya


sekarang, aku hanya berusaha menghargai waktu-waktu terakhir ku bersama mu, entah cepat atau lambat kamu akan pergi bersama kekasihmu. bisa saja tiba-tiba kamu meninggalkanku esok, atau bisa jadi minggu depan kamu sudah menikah entahlah. 

waktu ini terasa sangat cepat. tapi yang aku inginkan adalah kamu... apakah bisa?? apakah aku harus memaksakan diri??? apakah aku mampu menggeser dia yang aku pun sampai saat ini tidak tau apakah kamu benar-benar masih sayang dengan dia?? atau memang selama ini hanya aku yg merasa memilikimu padahal nyatanya tidak?? 

aku belum bisa berlapang dada, cintaku habis di kamu. rasanya tak ada lagi yg bisa aku percaya. bahkan buat mengenal pria lain pun aku penuh kecurigaan. percayalah. meski jika kita sedang bertengkar, seluruh kata menyakitkan keluar, kita tetap bisa berpelukan di malam harinya dengan tenang. meskipun nanti aku tak bisa bersama denganmu di pelaminan, akan aku pastikan aku adalah kesalahan yang akan selalu kamu rindukan hingga akhir hayat. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KITA

Arab Gila

Sebagai teman terbaik