Postingan

Menampilkan postingan dari 2016

ILY

          “Tetaplah menjadi sumbu lampu yang jika aku bakar kalian akan menerangi ku. Akan kuhidupkan setiap kali hatiku merasa kelam, membutuhkan kalian. Kuharap kalian tetap seperti ini.”           Mungkin semboyan “berbeda-beda tapi tapi tetap satu” itu bisa kita rasakan. Namun andai aja aku bisa sadar itu sedari dulu. Tak pandang asal sekolah, tak pandang asal agama, tak membedakan mana hitam dan putih. Kita bersama-sama membiarkan diri kita menjadi korban. Permen tergantung, tas karung, lautan hijab berwarna, kalung nama bahkan coklat sudah kita lewati. Walaupun pada akhirnya kami dibedakan menjadi kelas unggulan dan kelas proses. Kenapa aku menyebutnya proses? Ya, kita memang sedang berjuang. Karna akhirnya baik kelas unggulan ataupun kelas proses menginginkan sukses bukan?                   ...

Stay or Gone?

          Haruskah aku terus memunafikan diriku agar tak terasa sakit? Aku sudah melaksanakan nya tapi kenapa ini masih sama rasanya. Klise abu itu diam-diam terputar di jalan tanpa ujung, tanpa cahaya, tanpa seorangpun yang tau jika jalan itu ditetesi oleh air mata yang keluar sesak. Yang ketika kulewati sisi kiri dan kanan nya saling memutar klise abu itu bersamaan. Terngiang di telingaku, terbayang di otakku. Sedang mataku terlalu sibuk dengan urusannya.           Kau terlalu hebat sayangku. Terlalu hebat untuk tidak menghargai perjalanan ku. Memang aku yang tak sempurna, hanya dia. Memang aku yang hanya terlalu menaruh rasa sayang berlebihan terhadapmu, sedang kau menaruh kepada nya. Seberdosa itukah aku hingga kau terlalu muak melihat rupaku? hingga kau tega menaruh dan mengambil harapan itu sesuka hatimu?           Aku capek. Aku capek...

Format disk

        Apa yang terjadi dalam sekejap? Dalam sekejap semua menghilang begitu saja. Haruskah aku pergi meski cinta tak akan pergi? Aku akan kemana jika harus melupakanmu?Harus berapa jarak yang ku ambil agar aku bisa tenang tanpa mu?        Ya, padahal ini hanyalah kata-kata, ini hanyalah kumpulan percakapan surat dari masa lalu ku. Tapi kenapa setiap aku mengulang membaca nya, itu akan menjadi hiburan tersendiri bagiku. Bagiku yang sudah lemah terhadap perlakuanmu. Untukku membaca history dengan wallpaper di pesan ini ada wajah kita berdua membuat ku seakan bertemu denganmu, melintasi ruang waktu semua terurut secara runtun. Tak ada yang hilang dari memori ini. Padahal kamu sudah mematahkan pusat memorinya. Yaitu hati ku. Apa karna data di memori ini sangat besar hingga sampai sekarang aku masih bisa membolak-balik isi data itu. Aku hanya tak bisa mengedit atau membuat entri baru di memori itu.    ...

Berusaha Melepaskanmu

       Aku mengenalmu, begitu pun denganmu juga sama mengenal ku. Tapi hanya sekadar "tau" tidak lebih. Semua berawal dengan tidak sengaja, di saat aku menunggu jemputan di depan gerbang SMA, aku duduk di pinggir gerbang sambil ditemani mu dan teman mu. Detik, menit bahkan sudah 1 jam lebih pembicaraan ini semakin mengalun dengan mudahnya. Bahkan aku pun langsung menjadi akrab dengan mu.  Beberapa menit kemudian teman mu itu langsung pulang. Tinggal kamu dan aku. Disini. Di depan gerbang SMA.      Keesokan harinya sepulang sekolah, kamu menunggu di depan kelas ku hanya untuk bertukar pin BBM. Awalnya pembicaraan ini ku mulai dengan perasaan tenang tak ada rasa apapun. Kita membicarakan hal sepele seperti menanyakan nama, asal SMA hal yang sudah kuketahui jawabannya tapi malah terlihat sangat mengasyikan.       Kehadiranmu membawa angin baru. Angin yang sudah lama ingin kurasakan. Seperti ada hal yang berbed...