Sebagai teman terbaik
Sempat merasa iri dengan dirinya, yang kamu miliki sekarang. Sedangkan aku pernah hampir di posisi itu. Mencoba menempatkan diri ini berada di foto yang kini terpajang nyata di akun profil mu, mencoba mengobati luka terbelanga itu dengan memandang foto mu tiap kali handphone ku terbuka. Sungguh tuhan maha pembolak-balik hati seseorang. Desember lalu, malam-siang ku tak henti mengharapmu, yang tak lekas menoleh. Meminta agar kamu segera menyadari hal itu. Hal yang pernah sempat kamu berikan padaku. Sentuhan, senyuman, dan tatapan itu semua menjanjikan, kau pasti sudah sadar hal itu bukan? Resiko nya terlalu besar jika aku duluan yang memberi aba-aba bahwa hati yang hampa ini mulai merasakan kupu-kupu berterbangan. Semakin hari aku sadar bahwa ternyata kau juga melakukan sentuhan, senyuman, dan tatapan i...