Postingan

Menampilkan postingan dari 2025

Melepas dengan Ikhlas

Hai, aku orang yang kau tinggalkan dengan cara yang sadis itu...      Pace  yang terlalu cepat itu memang semestinya sudah ku curigai dari awal. 5 jam terasa singkat di sore hari tanggal 6 September itu. "Akhirnya aku mendapatkan seseorang yang pintar mengendalikan emosi nya," adalah hal yang kupikir sesaat setelah hari itu berakhir.     Setelah kupikir lagi, apakah ini yang dinamakan love bombing . ah, otakku masih denial  akan hal ini. Gen-z terlalu sering bercanda perihal pernikahan, kata-kata manis nya hanya bisa di screenshot tanpa perilaku yang sejalan. Kupantau dia hari demi hari, apakah hanya di awal-awal saja. Nyatanya?? TIDAK. Dia konsisten untuk terus-terusan meyakinkan aku yang penuh akan trust issues  itu, hari-hari ku kini di warnai dengan foto narsis nya, kegiatan random si abang-abang teknik nan jauh disana. Jarak 70 km kini terasa tidak terlalu berat bagiku yang baru pertama kali merasakan LDR.       Kita, pada...

Arab Gila

            Kami adalah insan genZ yang sedang mencari jati diri melalui aplikasi lebah, sebut saja bumble. Match dengannya di bulan agustus akhir, dan memutuskan untuk bertemu di tanggal 6 September 2025. Hari itu, kami berdua sama-sama iseng sehingga berujung di satu cafe “Rumah Aba.”             “Aku lagi di demang nih, main billiard. Aku jemput ke rumah kamu ya. Rumah kamu di KM 12 kan. Coba shareloc,” dia berkata kepadaku di DM Instagram.             Aku langsung share location kepadanya, dan dalam 1 jam dia sudah tiba didepan rumahku. Baju ku saat itu abu-abu tua, dengan jeans. Sedangkan dia memakai jaket jeans abu-abu muda. Aku menatapnya salting, saat dia memberikan helm putih yang katanya kepunyaan adik perempuannya.             Kami bercakap sambil diirin...

Menuju Pernikahanmu

bulan februari ini, tepat kita 3 tahun lamanya bersama.  sepertinya lebih ke aku yang merasa memilikimu, sedangkan kamu tidak.  kewarasanku di uji, naik turun tantangannya kita hadapi bersama-sama pernah satu saat aku sungguh menginginkan dirimu, hingga aku kehilangan diriku sendiri pernah satu hari aku sungguh merasa bodoh karna berharap bersama mu, namun tetap kamu meyakinkan ku lagi.  hingga aku pernah berada di fase "untung masih ada kamu, meski tanpa status." aku yang menyanggupi penderitaan selama ini, aku yang membuat luka sendiri, namun dibalut oleh kebahagiaan yang sulit dihindari aku tidak menangis lagi ketika mendengar tanggal pernikahan mu yang tinggal hitungan hari mataku tidak lagi sembab, nafsu makan ku masih normal, dan aku masih menjalani hari-hari dengan tersenyum sepi dengan atau tanpa dirimu, aku masih sendiri dengan atau tanpa dirimu, aku memang merasakan diriku bisa lepas menjadi aku sendiri tapi dengan atau tanpa dirimu juga, sebenernya nama kita be...