Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2018

AKU,KAMU TAK PERNAH JADI KITA

                Malam itu ayah ku terbaring di ruangan yang penuh dengan alat pengukur detak jantung, berpacu detak demi detak agar bisa berjuang untuk hidup. beberapa ada yang hilang kemudian kembali lagi detaknya, namun ada yang hilang untuk selamanya. Namun aku yakin bahwa ayahku bukannlah seorang yang akan kalah dengan bunyi-bunyi detak seperti itu.                 Aku keluar dengan tergesa-gesa ke luar ruangan sambil menemui ibu ku yang sedang terduduk dipojokkan, merenung, memikirkan dambaan pujaan hatinya yang sedang tak berdaya di dalam sana. A k u meminta izin pulang karena waktu sudah measuki maghrib. Seperti biasa aku hanyalah penikmat Go-Ride di siang hari dan perindu Go-Car ketika malam tiba.                 Terenyuhku ketika pria itu menel...