Berlalu, kisah kita
Cuaca terik hari ini tidak menyurutkan semangatku untuk mengantarkan mu menuju tempat kamu akan bahagia
Benar kata orang, makanan hambar pun akan terasa nikmat jika makan bersama dia
Es teh yang kubeli tanpa request less sugar pun kalah manis nya dengan senyum dia ketika melawak
Baju hijau kita sama, tidak bergandengan tangan
Namun orang yang lewat pun tau kita pasangan, bukan?
Duduk di bawah angin dari kipas, kita sesekali sangat rusuh karna hp kita sedang di charge.
Berbisik menggosip tentang pria didepan kita yang duduk nya diantara 2 wanita
Sesaat kemudian kereta bandara datang
Kita turun dengan eskalator, menunggu di peron 3
Orang - orang rusuh berebut kursi,
Aku dan dia meniti pelan seraya cek 2 kursi kosong
"Dapat" Aku duduk di dekat jendela
Sepanjang jalan, tangan ku digenggam erat oleh nya
Tau, dia tau, dia takkan menggenggam tangan ini lagi mulai besok
Kepalaku juga menyenderkan beban ke bahu kanan nya
Aku masih menahan airmata untuk tidak keluar, Saat ini. Aku masih kuat
Sekitar 30 menit kami tiba di bandara soetta
Berjalan menuju ke kereta penghubung antar terminal
Kamu sibuk mengangkat telpon dari dia yang selalu spam, hingga kita harus berbicara berbisik.
7 menit kita menunggu kereta terminal 3
Ketika naik aku langsung duduk di kursi kosong, sementara dia berpengangan dengan besi di dekat pintu
Seraya dia berkata "ibuk lansia yaaa" Dia tertawa
Iya dia tertawa diantara kerumunan banyak org. Aku malu. Tapi aku memilih diam
Aku arahkan kamera ke arah dia, lalu dia memasang ekspresi random kearahku.
Sekitar jam 12 kami sampai di terminal 3,
Yang bodohnya kami malah turun ke lantai 1, tempat kedatangan
Ada beberapa court di food terminal.
Tapi kami malah mengarah ke kedatangan internasional, duduk kursi yg berada tengah gedung. Sepi.
Tapi aku merasa sangat ramai karna gelak tawa kami berdua.
Bercanda, ambil beberapa foto, bahkan sempat mau mencabut rambut nya yg terlihat menggelikan.
Kami masuk kembali setelah bertanya dengan cs dimana ruangan untuk keberangkatan
"Nanti ke gate 5, naik lift dari sana"
Ketika berjalan...
"Aku haus. Mau kfc"
Dia menyodorkan uang 100 rb, "beli lah, abang mau jg"
Aku mengantri, sementara dia bilang mau sholat jumat di lantai 4, alhasil aku menunggu barang2 nya sambil menyeruput mocca float dan manggo float yg kubeli.
"Duh kebelet toilet" Gumamku
Aku berlari menuju pintu toilet disebrang kfc dengan was was.
Ya, karna barangnya semua kutinggal. Tapi demi apapun pipis ku tidak bisa ditahan lagi.
Mungkin hanya 3 menit aku sudah di meja makan lagi.
Sekitar 10 menit kemudian dia muncul dari belakang,
"Gajadi sholat? "
"Gajadi udh bubar soalny"
Dia duduk di sebelah kanan ku. Lalu dia memilih manggo float
Beberapa menit keluarga nya menelpon, aku juga pamit ke toilet karna kebelet BAB.
Setelah kita menghabiskan minum sekitar jam 1 kami menuju lift.
Tapi pasangannya menelpon kembali dan mulai dengan omongan kasar
Dia menoleh kearah ku "bikin status apa? "
"Gaada cuma foto doang"
Dia lanjut ngobrol panjang sambil terus bersitegang,
Sepertinya pasangannya masih memilih mencari tau tentang ku dari social media manapun.
Aku cek memang ada beberapa akun yg mencurigakan memang.
Aku tinggalkan dia di lantai 1, sementara aku naik dengan eskalator.
Aku panik, dan kesal.
Maksud ku tadi pasangannya mengomel perihal dia pakai baju baru (kado dari ku), lalu sekarang? Perihal aku yg post foto di instagram
Lalu dia naik ke lantai 3. Duduk disebelah ku.
"abang tuh gabisa marah sm moci, karna moci mirip kucing ditiktok"
"Tapi tolong jangan post sekarang, timing nya pas kali"
Aku langsung mencari video aku mengantar evi ke bandara, lalu ku post.
Aku terdiam, lalu dia mengajak ku mengobrol lagi, itu masih 13.30
"Abang mau rokok"
Lalu ia bertanya ke petugas mana tempat yg boleh untuk rokok?
"Dibawah mas"
"Ayok mumpung masih satu jam lagi"
Kusuruh dia duluan kebawah, sedangkan aku berinisiatif membelikan dia makanan dan rokok. Takut dia kelaparan di pesawat.
Aku datang ke dia, membawa teh pucuk, roti o dan rokok sebungkus
Bingung namun senang
"Makaci mocciiii "
Aku makan disebelahnya, kulihat muka nya lebih dekat
Dia lahap sekali memakan roti itu
"Laper pak? "
Dia tertawa lalu melanjutjan makannya
"Mocci gaboleh sedih gaboleh nangis ya nanti, moci harus sehat terus oke"
Aku yg sedang mengapplu sunscreen di muka ku seketika diam.
Dengan jempolnya dia merapihkan sunscreen ku. Aku diam lagi
"Ayok sudah jam 14.50"
Kami bergegas naik lagi ke lantai 3.
Dan ketika jam 15.00 dia mulai menuju pintu keberangkatan.
Aku berpamitan. Rasanya kosong sekali
Aku salim untuk kedua kalinya, air mata sudah tak terbendung.
Dia menampar pipiku pelan, "gaboleh nangis dibilang"
Dia memegang tanganku pelan
"Moci pulangnya hati-hati ya, jadi tempat evi? "
"Jadi bub," Jawabku tersendat
"Moci sehat terus ya", " Bub juga yaa jangan sakit"
Kami melepas perpisahan dengan lambaian yang pelan.
Aku masih berdiri mematung di tempat itu.
Melihat nya mengantri scanning barang.
Lalu tiba-tiba hp ku berdering, dia memastikan aku baik-baik saja.
Namun air mataku mengalir deras. Tak bisa berhenti
" Dia menoleh kearah ku " Abang di nomor 8. Keliatan ga??
Aku segera melihat kearah nya, namun karna tidak kuat aku berlari ke toilet
Menangis.
Dia tetap berada di panggilan sambil membawa banyak barangnya
10 menit kemudian. Ada panggilan atas namanya sudah ditunngu di gate 27.
Dia berlari sekencangnya, namun video call itu tidak dimatikan olehnya
Ketika 15.20 dia sampai di gate 27. Pintu sudah ditutup ujar orang disitu
Hampir dia menangis dan bilang "tolong lah pak mbak, saya mau ketemu orang tua. Sambil menahan tangisan"
Alhasil iba. Dan dia berlari masuk serta duduk di 19f, dekat jendela.
Telpon terputus karena sinyal.
Namun dia tetap mengabariku dengan mengirimkan foto dia nampak mandi keringat, aku menelpon nya.
Sempat melihat wajahnya untuk yang terakhir kali.
Ingin kupeluk tadi, cuma tempat umum
Sudahlah. Aku ingin menangis.
Namun dia tak henti-hentinya bilang
"Moci hati hati ya, moci sehat yaa, moci bawel"
Sambil memberikan emoticon love
Aku menangis lagi.
Sambil menunggu kereta bandara aku menutup mulut ku karna air mata sangat deras.
Dia mengirimkan beberapa video menunjukkan bahwasannya pesawat akan take off.
Aku melamun
"Akankah aku bisa bertemu dia lagi?? "
Atau memang ini adalah terakhir kalinya??
Aku bisa menahan nangis semalam karna sedang bersama evi.
Namun ketika pulang, ah rasa sepi itu menghantui lagi
Tiba-tiba ada panggil video call masuk
"Abang lagi nunggu mama toilet. Bentar cuma ini"
Iya gapapa kataku pelan
Sekitar 3 menit. Rasanya sangat singkat. Karna dia buru-buru masuk ke mobil lagi untuk menuju solok
Jam 00.01 aku chat dia "kalo udh sampe kabarin ya, kirim foto yg di hape bub tadi ok"
00.59 dia sampai.
"Moci sudh bbok? "
Yaa aku sudah tidur.
Dan ketika terbangun jam 4 subuh, aku chat kembali namun hingga saat ini 12.56 belum ada tanda aku akan dibalas.
Ya.. Dia sedang bersama wanita pilihannya,
Dia sedang bahagia disana. Atau mungkin sedang membahas bagaimana acara mereka akan dilaksanan.
Sudahlah. Hanya aku yg dibuang,
Aku tak berdaya di ranjang ini, tempat kita sering berpelukan.
Aku capek tapi harus tetap hidup.
Komentar
Posting Komentar