KITA
guratan merah di langit sore hari ini
riuh ambulance bersahutan dengan lalu lalang yang tak sesuai ekspetasi
gema adzan satu persatu kudengar dari masjid terdekat di sini
seolah berusaha mengalihkan penantianku kini.
tak apa jika pada akhirnya kita harus memiliki penyekat
bangunan yang tinggi pun butuh sekat agar bisa berdiri dengan kokoh dan kuat
kau sudah tau tentang perasaan yang tak bisa kita tarik paksa
pun aku juga sedari awal hanya ingin menganggumi mu tanpa ada rasa
tapi layaknya sifat alami manusia
butuh teman bicara disaat lelah dan tak bertenaga
butuh didengar walau hanya diam berdua saja
butuh digenggam bukan karna lemah tapi karna kita masih saling sayang dan suka
Dan...
semua itu hadir dalam bentuk wujud dirimu
sesosok lelaki yang mungkin dan kupastikan tak akan ada yang bisa serupa dengan mu
lelaki yang mengajarkanku bahwa mencintai tak harus menjadi milikmu
cara nya mengasihi dan menyayangi itulah yang buat ku membuat ekspetasi-ekspetasi tinggi itu
tapi kita tau dan selalu sadar akan sesuatu
bahwa antara Tuhan kita, aku dan kamu
takkan bisa menyatu
Selamat mencari rumah yang nyaman bagimu
Kupastikan wanita itu menjadi ratu di singgasana yang dibuat olehmu
Titip lelaki lemah ku itu, ya..
Ia terlihat kuat namun sisi lainnya harus dipeluk dengan perasa
Tapi tak bisa jika dipeluk dengan kuat dan terikat juga
Karna dia lelaki dengan kisah hidup yang hanya bisa dilihat oleh wanita terkasihnya


Komentar
Posting Komentar